Greensasa

Coretan Tanpa Batas Dari Seorang Perempuan Biasa Yang Ingin Berbagi Tentang Hidup Bagi Siapa Saja Yang Berminat Membacanya....

Saturday, September 10, 2011

Swags Diributkan Hingga Dibagikan

Holla pembaca setia saya, kali ini saya datang kembali dengan cerita baru nih....

Tanggal 16 Agustus Lalu Yahoo! Koprol mengadakan buka bersama dan serempak komunitas Koprol dimana saja. Setiap komunitas diwajibkan untuk mendaftarkan komunitasnya untuk ikut serta atau tidak dalam event nasional itu. Komunitas tidak dipaksakan untuk mengikuti karena semua dikembalikan kepada kesiapan masing-masing komunitas di daerah untuk mengadakan kopdar tersebut. Saya yang kebetulan sekarang berada di kota Samarinda akhirnya ikut dalam komunitas Kopdartepian, karena merasa Kopdartepian tidak ada gaungnya di dunia perkoprolan mungkin karena adminnya yang sedang sibuk sehingga tidak punya waktu banyak untuk mengadmin akun komunitas tersebut sehingga saya mencoba menanyakan pada salah satu admin Kopdartepian tentang komunitas ini ikut serta atau tidak dalam event nasional ini. Jawaban yang saya terima sangat positif, Kopdarepian akan ikut serta meramaikan buka bersama seluruh komunitas ini yang di sepakati dengan hashtag #bukber17.

Har-hari menjelang #bukber17 tersebut seluruh pengguna koprol terlihat sangat antusias mempromosikan acara kopdar #bukber17 mereka masing-masing. Setiap komunitas yang mengikuti event ini memang diwajibkan untuk mendaftar, bukan karena pilih kasih atau alasan lainnya tetapi lebih tepat karena alasan agar mudah dikoordinir dan dilihat berapa banyak jumlah komunitas yang mengikuti acara ini. Setiap komunitas yang sudah mendaftar sesuai syarat dan ketentuan yang di berikan oleh pihak Yahoo! berhak untuk mendapatkan swags. Swags ini sempat menjadi masalah karena ada beberapa komunitas yang merasa tidak adil karena tidak pernah mendapatkan swags, Kopdartepian dulu pun sempat memiliki rasa yang sama, semacam tidak di pedulikan oleh pihak Yahoo! Koprol karena tidak pernah mendapatkn swags. Tetapi beruntung kali ini, kami mendapatkannya. Saya secara pribadi sangat berterima kasih sama Gege dan Mba Della karena dalam sehari swags itu bisa sampai di alamat yang saya berikan. Ada kebanggaan tersendiri karena itu artinya jika kita mau bersabar dan terus berusaha pasti akan ada hasil, jangan berkecil hati.Saya bukan mau membela pihak Yahoo! Koprol tapi memang itu pengalaman yang saya dapatkan, selain semua juga berkat bantuan salah satu admin Kopijos yang juga teman saya si Ardhis yang tidak bosan bantuin saya untuk dapetin swags itu sendiri. Memang sih swags bukan hal yang penting dalam berkomunitas, karena sebenarnya kita mampu membuatnya sendiri. Tetapi bagi beberapa pengguna koprol, swags itu seperti bentuk rasa peduli dari Yahoo! Koprol karena mereka dianggap ada dan dinayatakan benar-benar sebagai komunitas di dalam koprol itu sendiri. Itu sih menurut pandangan saya, karena dulu saat saya baru datang pertama kali ke Samarinda keluhan utama yang saya dapatkan adalah tentang rasa perhatian dan swags itu sendiri. Saya yang merasa selalu di perhatikan oleh pihak Koprol saat bersama Kopijos pun bertentangan dengan pendapat teman-teman di Kopdartepian. Oleh karena itu saya berusaha mendapatkan swags bagi teman-teman Kopdartepian dan tentu saja dengan bantuan Ardhis (Thanks Ncit), yang akhirnya kami dapatkan. Itu yang saya bilang bersabar dan berusaha itu pasti akan membuahkan hasil.


Swags Yahoo! Koprol


Swags tersebut akhirnya sebagian di lelangkan kepada teman-teman sesama anggota komunitas Kopdartepian pada tanggal 14 Agustus 2011, yang hasilnya disumbangkan untuk adik-adik di Panti Asuhan Anak Kurnia. Uang hasil sumbangan itu sebagian di belikan untuk makanan berbuka puasa tanggal 16 Agustus 2011 dan diberikan kepada pengurus Panti Asuhan Kurnia agar di gunakan sebaik-baiknya bagi kepentingan adik-adik di Panti Asuhan. Ada kebanggaan tersendiri dalam hati karena dari komunitas Yahoo! Koprol banyak yang memiliki rasa berbagi yang besar kepada sesamanya. Jadi sebenarnya komunitas koprol itu bukan hanya sekedar ajang perebutan swags yang kadang suka bikin ribut saja lho, tapi bisa lebih di manfaatkan untuk hal positif yang salah satunya adalah dengan berbagi ke sesama kita. Antusiasme teman-teman Kopdartepian pun sangat luar biasa, acara #bukber 17 di Panti Asuhan Kurnia pun berjalan dengan lancar dan sukses. Semua berkat kerja sama yang baik dari teman-teman Kopdartepian dan di dukung dari pihak Yahoo! Koprol dengan kehadiran swags, yang setiap jenis swagsnya kami berikan kepada pengurus panti dan T-shiri yang bertuliskan Indonesia 17 dipakaikan secara simbolik kepada salah satu penghuni panti. Pengalaman yang mungkin tidak akan terlupakan bagi adik-adik di panti dan bagi teman-teman Kopdartepian karena mampu memberika keceriaan bagi adik-adik Panti di event #bukber17 serempak tahun 2011 ini. 


Teman-teman Kopdartepian Bersama Adik-Adik Panti
Admin Socku Bersama Pengurus Panti Dan Seorang Adik Panti Yang Menerima T-Shirt Yahoo!

Terima kasih Yahoo! Koprol dan seluruh pihak yang membantu dari Admin (Socku, Utihzahra, dan qqokta), teman-teman Kopdartepian dengan antusiasmenya, Ardhis dan Kopijos, Gege dan Mba Della. Terima Kasih karena lewat komunitas-komunitas Yahoo! Koprol, kita  membuktikan kalau kita yang kebanyakan berjiwa muda masih memiliki rasa berbagi ke sesama kita.... Senyum bagi sesama kita yang memerlukan itu jauh lebih berharga dari sekedar ribut hanya karena hal sepele. Kita ada karena Koprol, dan kita berbagi juga karena Koprol...... :)


Kita Ada Karena Koprol, Dan Kita Berbagi Karena Koprol


~Sasa~

Sunday, July 31, 2011

Nasi Goreng Nggak Banyak Minyak Dengan Telur Setengah Matang Tapi Yang Nggak Setengah Matang Dan Nggak Matang Juga

Lama banget nggak nulis-nulis lagi di catatan kecil blog saya ini.
Kali ini saya pengen bagi-bagi cerita saya selama pindah di Samarinda, yeap kota dimana saya tinggal sebelum akhirnya merantau untuk menuntut ilmu di kota Yogyakarta tercinta.

Banyak sekali hal-hal yang saya alami, saya harus bertemu dengan berbagai kepenatan pikiran orang dewasa pada umumnya, masalah-masalah yang nggak ada habisnya. Tapi nggak mungkin saya beberkan masalah-masalah saya itu di catatan kecil blog saya ini, karena itu "urusan dapur" pribadi saya sendiri. 
Satu hal yang pasti saya belajar banyak hal dari masalah-masalah itu, belajar untuk semakin dewasa. Dewasa dalam berpikir dan mengambil keputusan. Tingkah laku sih mungkin masih bisa dibilang mengikuti jaman a.k.a ikutin lebay-lebaynya anak muda jaman sekarang biar nggak dikata tua-tua amat (melet). Well, kesibukan saya sekarang adalah bekerja. Bekerja yang sangat-sangat sedikit bikin deg-degan karena ini first timenya saya bekerja. Awal-awal sih canggung, lama-lama makin menyenangkan. Sudah mulai menikmati pekerjaan saya itu. Kadang segala sesuatu yang baru kita mulai memang bikin kita takut, tapi kalau nggak dijalanin kita nggak akan tahu sejauh mana kita mampu untuk suatu hal yang dipercayakan pada kita. Disinilah saya, bekerja sebagai seorang Marketing and Communication Puella Cafe. Menangani segala hal yang berkaitan dengan Customer dan Event (termasuk band, jangan pada sirik kalau anak bandnya ganetng-ganteng dan dekat sama saya *melet lagi*).

Pekerjaan saya mungkin terlihat santai, tapi apa pun jenis pekerjaan pasti akan punya kesulitannya masing-masing. Apalagi saya berhubungan langsung dengan customer. So far sih para customer asik-asik saja, walau kadang ngeluh karena minuman terlambat diantar, makanan yang belum datang tapi itu biasa. Kadang juga ada customer yang permintaan makanannya macam-macam, misalnya minta nasi goreng yang nggak banyak pakai minyak dan telur mata sapi tapi jangan yang setengah matang tapi juga nggak matang-matang sekali. Pesanan yang lucu menurut teman saya yang membawahi bagian dapur, dan para waiter yang cuma bisa geleng-geleng kepala. Tetapi itulah pengalaman-pengalaman unik yang ditemui jika berhadapan dengan pelanggan sebuah cafe.

Sejauh ini sih saya menyenangi pekerjaan saya, berhadapan dengan customer dan bisa ngobrol walau sebentar dengan mereka itu sudah cukup buat saya senang. Bukan karena saya sok akrab tapi memang ingin membuat mereka merasa cafe yang mereka datangi itu bukan sekedar cafe tapi tempat dimana mereka bisa berekspresi seperti layaknya dirumah mereka sendiri. Tidak ada jarak antara customer dan waiter atau pengelola. Disitulah letak kesulitan yang sebenarnya dari pekerjaan ini. Membuat customer nyaman dan selalu kembali ke cafe dimana kita berada. Tadinya pengen cerita yang lain tapi kenapa jadi cerita masalah pekerjaan saya ya... It's okay kan guys??

Well, pelajaran yang bisa saya peroleh adalah setiap pekerjaan yang kita jalanin dengan sepenuh hati dan kita senangi pasti akan membuahkan hasil yang tidak kita duga. Itulah yang saya alami, saya mulai jatuh cinta dengan pekerjaan yang awalanya bikin saya ragu, bisa atau tidak saya kerjakan. Tetapi kepercayaan yang diberikan pada saya membuat saya yakin, ide-ide saya memang hanya bisa saya tuangkan pada pekerjaan ini. Jika ada pekerjaan lain pun, saya akan berusaha untuk mencobanya karena tidak ada yang tidak mungkin jika kita yakin dan mau berusaha untuk belajar. Selamat berusaha pembaca setia, saya yakin kalian mampu mengerjakan apa yang akan kalian kerjakan jika kalian yakin kalian pasti bisa.... Goodluck ;)




          ~sasa~

Saturday, July 16, 2011

Persahabatan Itu Ada Dimana Saja Dan Pada Siapa Saja

Hari ini melihat arti persahabatan ditengah hutan, antara sesama karyawan kapangan. Perhatian yang luar biasa karena teman yang sedang sakit mengalami kejang-kejang dan berontak saat ditahan oleh sang sahabat. Sering sekali saya melihat berbagai perhatian, tangisan, ketakutan, kecemasan, rasa khawatir, dan kasih sayang tak terbatas. Dan kali ini saya melihatnya lagi dari karyawan yang sama-sama bekerja di lapangan. 
Sang sahabat menggendong sahabatnya yang sakit dengan penuh kasih sayang serta melupakan betapa berat  sahabat yang digendongnya, melepaskan jaket dan menaruh dikepala sahabatnya agar dapat menahan kepala sahabatnya yang ditidurkan ditempat periksa ruang dokter saat itu. Semua dilakukan dengan penuh kasih sayang.
Apa yang dilakukan oleh karyawan tersebut terhadapat sahabatnya itu membuka mata saya, bahwa persahabatan itu ada dimana saja dan kapan saja. Ketulusan dan kebaikan hati seorang sahabat diperlihatkan pada saya saat itu. Mungkin karena rasa kebersamaan merantau di tanah orang membuat kedekatan antara mereka tercipta. Ada rasa takut kehilangan yang tersirat di mata sang sahabat, dia berusaha sebisamungkin agar paramedis menolong sahabatnya yang sakit itu sesegera mungkin, dia tidak beranjak sedikit pun dari sisi sahabat yang sakit itu. Setia menemani dan tatapan mata sang sahabat saat melihat sahabatnya yang sakit itu tidak akan pernah saya lupakan dalam memory saya.




regrads

sasa

Monday, April 11, 2011

Yogya Istimewa Untukku......

Holla pembaca setia blog saya, lama ya saya nggak berbagi cerita di blog ini. Well kali ini saya mau berbagi tentang kepindahan saya kembali ke kota Samarinda.
Berat sekali untuk berpisah dengan kota Yogyakarta yang sudah memberikan saya banyak sekali pelajaran ini. Pelajaran hidup dan pelajaran berorganisasi serta berkomunitas. Pengalaman baru menjadi aktivis juga saya dapatkan dikota ini. Langkah saya semakin berat untuk meninggalkan kota ini setiap muncul pertanyaan "kapan balik sa?" atau "tgl brp pindah ke samarinda kak?". Rasanya inging sekali bilang "saya nggak kemana-mana, saya disini saja kok." tetapi pada kenyataannya saya harus mengangkat tas saya untuk terbang menuju Samarinda dan berpisah dengan semua keluarga baru saya dikota Yogya.
Sisa waktu saya berada di kota Yogyakarta, saya manfaatkan untuk dapat mengahbiskan waktu bersama teman-teman yang sudah saya anggap seperti saudara saya sendiri. Dengan mereka saya bisa berbagi canda dan tawa. Bersama mereka saya merasa, segala sesuatunya menjadi sangat mudah untuk dijalani. Hidup lebih nikmat, walau berjuta masalah menghadang. Selalu ada tawa dan keceriaan setiap bersama mereka walau kadang uang kiriman telat atau sudah habis sebelum waktunya. Semua dijalani dengan saling mendukung satu sama lain, menghibur dan berbagi atas nama kebersamaan dan atas nama senasib dan sepenanggungan.
Selalu ada cerita disetiap sudut kota pelajar itu. Kota penuh kenangan, sanggup memberikan senyum dan haru saat mengingatnya. Saya haru merindukan semua yang ada di kota itu, saya tersenyum mengingat kenangan yang terukir dikota itu. Yogyakarta, kota sejuta kenangan yang begitu istimewa. Teman dan adik-adik PMKRI, teman-teman Kopijos, adik-adik pengungsian, teman dan adik-adik kost, teman dan adik-adik kampus, tempat-tempat nongkrong, tempat wisata, tempat makan, kostan, dan lainnya. Terima kasih buat kenangan yang kalian ukir dihati saya. Sampai kapan pun tidak akan pernah saya lupakan dan akan selalu menjadi pengalaman terindah dalam hidup saya. Sampai saya menulis blog ini, dan itu artinya  4 bulan saya berada dikota Samarinda ini pun masih terukir senyum dan ingatan akan keistimewaan yang terukir disana. Tak akan pernah saya lupakan. Yogya istimewa.....


~Sasa~

Wednesday, February 16, 2011

Dear Papa "Kau Pahlawan Kebangganku Papa"



Postingan saya kali ini tentang surat. Lho kok surat?? Jadi kemarin saya sempat ikutan project yang temanya tentang mengucapkan terima kasih untuk Papa dan akan dijadikan satu buku yang hasil penjualannya akan disumbangkan. Nah ini dia surat saya itu.

"Halo Pa, mungkin agak aneh harus mengirimkan surat ini padamu. Padahal setiap hari kita bertemu, tetapi lewat surat inilah aku bisa mengungkapkan berbagai perasaanku padamu. Papa, bagiku adalah sandaranku. Papa bagiku kau dan mama adalah penuntun jalanku. Saat aku merasa lemah, saat aku merasa tidak kuat menjalani cobaan yang didepanku, kau orang pertama yang berkata aku bisa melewatinya. Meski kadang kita sering bertentangan pendapat, tetapi dari situ kita dapat saling mengerti dan menghargai pendapat kita masing-masing. Dari papa juga aku belajar menjadi perempuan yang kuat dan percaya diri dengan segala yang aku miliki. Selama 18 tahun Papa selalu berada disampingku, sampai akhirnya kita harus berpisah karena aku melanjutkan studiku keluar kota. Itu pertama kalinya aku harus berpisah jauh dengan keluarga, dan itu saat pertama kalinya aku melihat Papa menangis melihat aku naik ke atas pesawat yang membawaku menuju kota Jogja. Papa, mungkin memang kau tidak mampu menangis dihadapanku dan mecoba menutupinya dariku agar aku tidak merasa sedih, tetapi aku melihatnya walau tak kau sadari. Kebanggaan untukku adalah saat melihat Papa menangis karenaku. Begitu berharganya aku dimatamu sampai kau harus meneteskan  air matamu.
Papa, orang yang selalu berkata “ya” saat aku meminta apa yang aku inginkan. Papa orang yang selalu berkata “pasti bisa” saat aku merasa tidak dapat melakukan hal yang sama sekali tidak ku ketahui. Walau terkadang kau hanya duduk diam sambil mencabut janggut kecil di dagumu saat kita duduk menonton televisi, aku tahu kau memperhatikan aku dan adik-adik. Kau orang pertama yang dapat menjamin, aku aman jika berada disampingmu. Saat aku ingin diceburkan ke dalam kolam oleh teman-temanku saat acara wisudaku, kau orang pertama yang berkata “jangan”, dan akhirnya aku aman tanpa basah-basahan. Papa, aku ingat saat kau membelikan aku boneka doraemon karena aku mempunyai nilai yang bagus saat aku disekolah dasar. Bukan karena aku memiliki nilai bagus saja tetapi kau ingin membuat aku bahagia.
Papa, mungkin kau tidak pernah tahu betapa aku begitu menyayangimu. Aku selalu menangis dan menetskan air mata saat mendengar lagu “I love you daddy” dan “Terbaik Untukmu (Ayah)” saat aku berada di kota Jogja. Saat kau menelpon dan mengatakan “Papa kangen, kakak nggak kangen Papa?” dan aku hanya menjawab dengan tawa dan hanya berkata “iya”, walau sejujurnya aku begitu merindukan Papa. Tapi aku tidak ingin membuatmu begitu khawatir atau makin sedih hanya karenaku. Aku mungkin banyak melakukan kesalahan atau membuatmu bersedih, dan tidak pernah sedikit pun terlontar kata maaf dari mulutku atas kesalahan yang telah kubuat. Papa selalu memaafkan aku tanpa aku memintanya. Papa selalu mengerti aku, walau kadang aku tidak mau mengerti mau Papa padaku. Papa, orang yang menjamin aku tidak kelaparan selama aku studi diluar kota walau mungkin dirumah mungkin Papa tidak makan. Papa yang menjamin aku menjadi anak yang pintar hingga memperoleh gelar sarjana. Semua karena Papa.
Papa begitu banyak yang kau berikan padaku, tetapi aku terlalu angkuh dan gengsi mengucapkan kata Terima Kasih untukmu. Bukan karena aku tak ingin, tetapi aku tidak tahu bagaimana mengatakannya dan  aku juga terlalu malu untuk mengucapkannya, karena aku belum bisa memberikan yang terbaik untukmu. Begitu banyak harapanmu padaku, karena Papa yakin aku suatu saat bisa menjadi seperti yang kau inginkan. Papa, lewat surat ini, ingin kukatakan padamu bahwa aku begitu menyayangimu, sangat membanggakanmu, dan setulus hati aku ucapkan Terima Kasih untuk semua yang terbaik yang kau berikan untukku. Aku bukan siapa-siapa tanpamu Papa. Kau pahlawanku… Terima Kasih…..."

Jujur mungkin agak susah ya kita ngungkapin perasaan terima kasih kita sama Papa, karena banyak alasan dari diri kita. Jadi sebelum terlambat, apa pun bentuknya ucapkanlah terima kasih pada Papa kita. Mungkin Papa saya tidak akan tahu saya pernah menulis surat ini dan dibaca oleh banyak orang, tetapi menurut saya paling tidak saya telah sempat menulis dan menyimpan sebuah surat ucapan terima kasih pada Papa yang dibaca oleh banyak orang. Jadi tidak hanya sekedar kata terima kasih yang akhirnya hilang begitu saja dikemudian hari. Well, terima kasih juga sudah membacanya.... Salam....


~Sasa~

Thursday, February 3, 2011

Ponjong Dan Gunung Kidul, Sisi Lain Keindahan D.I.Y

Kemarin saya sudah berbagi cerita soal jadi relawan. Kali ini saya mau berbagi cerita soal mencari kehijauan daitengah abu-abu. Pasti pada bingung deh maksudnya apaan nih sa? 
Seminggu saya dan teman-teman menjadi relawan, sibuk kesana kesini. Ngurus ini itu, dan bergelut dengan cuaca ekstrim kota Yogya saat itu. Kenapa saya katakan ekstrim, karena setiap hari mendung menggila dan hujan yang terus menerus tanpa henti. Benar-benar cuaca yang aneh dan ekstrim, belum lagi debu/abu merapi yang turun terus menerus. Pada akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat sejenak dari kesibukan dan mencari ketenangan pikiran dan jiwa kami. Dengan kata lain refresh otak dari suasana yang mencekam.
Kami sepakat untuk pergi ke daerah Ponjong - Gunung Kidul. Kenapa kami memilih kesana, karena disana sempat menjadi lokasi KKN saya dan seorang teman saya. Desa yang menjadi posko saya dulu adalah desa Tegalrejo, dengan kepala dukuh yang bisa saya bilang gaul habisss. Nggak pernah repot ngurusin kami dan menganggap kami sebagai keluarga. Sehingga kami tidak sungkan untuk datang main-main disana, keluarga bapak dukuh juga sangat ramah dan selalu menerima kami untuk menginap dirumah mereka. 
Saat memasuki wilayah gunung kidul, udara masih sejuk dan poon-pohon masih hijau. Sangat berbeda dengan kota Yogya yang diliputi abu disana sini. Sampai di desa Tegalrejo suasana sepi dan damai semakin terasa. Saat itu sudah menjelang sore hari sehingga penduduk desa sudah masuk ke dalam rumah mereka masing-masing. Sampai dirumah bapak dan ibu dukuh, kami selalu disambut ramah. Dua orang yang kami ajak pun sangat senang diajak kesana. Bapak dan ibu mempunyai dua orang anak, seorang anak wanita yang bernama Dosy dan seorang anak lelaki yang bernama Reza. Saat itu Dosy sudah bekerja di gramedia kota Yogya, sehingga kami hanya disambut oleh senyum Reza saat kami tiba disana. Beristirhat sejenak, akhirnya Reza mengajak saya untuk bermain cautr, dan hasilnya dia selalu kalah (saya kan jagoan). Melihat kami asik bermain, akhirnya yang lain ikut bermain monopoli. Sata ibu dan bapak menyuruh mandi, yang ada malah jadi males mandi. 
Suasana di desa tegalrejo memang nymana, hanya suara jangkrik dan sapi saja yang sering terdengar, itu kalau bapak dukuh sedang tidak mendengarkan wayang disalah satu radio. Karena jika bapak sedang mendengarkan wayang, volumenya harus dibesarkan dan semua yang di dalam rumah harus ikut mendengarkan, suka atau tidak suka (kasian ye). Tapi justru dari situ saya kadang suka ikut mendengarkan wayang. Malam itu banyak bintang dilangit, bapak mengajak kami untuk duduk-duduk dihalaman luar rumah. Kami pun duduk sambil bebaring menikmati malam. Banyak sekali bintang yang akhir-akhir itu tidak kami jumpai di kota Yogya. Benar-benar suasana yang sangat berbeda. Bersyukur kami masih bisa menikmati indahnya malam dan pagi di sisi lain D.I.Y.
Sampai subuh kami berada diluar dan akhirnya memilih masuk untuk tidur di dalam kamar karena dingin sudah mulai menusuk-nusuk tubuh kami. Pagi hari saat kami bangun, matahari dan langit sangat cerah. kami memang berencana akan ke pantai hari itu. Mengobrol, makan siang, dan berbagi cerita serta tawa lagi dengan keluarga di ponjong lalu kami akhirnya berangkat menuju pantai. Ingin rasanya menambah satu hari di desa itu lagi, tetapi tugas kami menjadi relawan belum selesai saat itu. Sehingga kami memilih untuk melanjutkan perjalanan ke pantai.
Pantai yang kami tuju saat itu adalah pantai Siung, pantai yang keren dengan tebing tinggi yang dapat dipanjat sehingga kita dapat melihat indahnya pesisir dan laut yang ada dipantai itu dari atas. Beneran ini pantai keren banget, betah saya berada diatas tebing itu. Kami menikmati sampai sunset menjelang, tapi sayang sore itu mendung hingga kami harus cepat-cepat turun dan mencari tempat berlindung. Untung saja saat kamis sudah dibawah, hujan baru turun deras. Kami berteduh sejenak sampai hujan reda, dan akhirnya kami pulang dengan satu cerita baru dari perjalanan kami yang saya tulis dan bagikan dalam blog saya ini buat semua yang baca.

Well, perjalanan ini mungkin biasa saja. Tetapi perjalanan ini malah menunjukkan pada saya betapa besar memang kuasa pemilik alam ini pada kita.Perjalanan ini juga menunjukkan pada saya, saya yang menjadi relawan saja masih berpikir untuk refresh otak walau sehari, apalagi pengungsi yang setiap hari berada di tempat yang sama dengan situasi serta kondisi yang sama. Pantas saja jika akhirnya banyak pengungsi yang menjadi stress, karena tidak ada hiburan yang dapat menyegarkan otak mereka. Hijau dan Biru memang warna yang sangat sempurna menurut saya bagi orang yang memang bergelut dengan Abunya Merapi. Beruntung bagi saya dan teman-teman dapat menyegarkan otak, dan akhirnya dapat berbagi keceriaan lagi bersama adik-adik di pengungsian. Hidup tidak hanya tentang menikmati sendiri kedamaian yang kita rasakan, tetapi hidup adalah berbagi kedamaian dan keceriaan bagi mereka yang sedang mencarinya. Salammm.....

Tebing Pantai Siung

Pohon Tua Di Desa Tegal Rejo

Bendungan Dan Pohon Tua Di Desa Tegal Rejo

Pantai Siung Dari Bawah



~sasa~

Tuesday, February 1, 2011

Adik-Adik Pengungsilah Juaranya

Hola para pembaca setia, hedew serasa ada yang baca aja ini blog (ya pasti ada aja lah ya, amiennnn kalau ada). well, lama saya nggak menulis di catatan kecil saya ini. banyak sebabnya sih, pertama sibuk jadi relawan di pengungsian gunung merapi (taelahhh relawan, gaya ye), kedua sibuk packing-packing buat pindah kota (sekedar info, saat saya menulis ini saya sudah tidak di jogja lagi), ketiga saya lupa alamat password dan email saya (dan info lagi, hari ini saya baru inget dan langsung ngeblog lagi). pasti deh bakal bilang okelah alasan pertama dan kedua masuk akal, tapi alasan ketiga nggak banget deh sa! benerrr banget, emank alasan ketiga saya nggak banget, dan saya akui itu. saya sendiri saja heran, kok bisa ya lupa sama alamat email dan password blog saya sendiri padahal sudah sering saya ngeblog. ya mungkin pengaruh usia dan banyak yang dipikirin kali ya. efeknya jadi ya begitu deh, pikun (eh ngaku lagi). 

Uhm... curcol (curhat colongan) urusan pikun sampai situ dulu aja kali ya, lanjut cerita yang lain boleh kan ya... (harus boleh, maksa). sebenarnya banyak sih yang mau diceritain tapi satu-satu dulu aja ya. saya mau berbagi cerita tentang menjadi relawan saat bencana gunung merapi a.k.a gunung merapi meletus. jujur ini pengalaman kedua saya dengan bencana yang cukup besar yang saya rasakan di kota yogya. pengalaman pertama saya waktu gempa bumi tahun 2006, yang sempat buat saya dag dig dug nggak jelas selama masih ada gempa-gempa susulan. dari situ juga saya punya pengalaman harus bertindak seperti apa saat ada bencana datang, dan itu saya praktekan di pengalaman kedua saya saat merapi meletus tahun 2010 kemarin. waktu gempa bumi 2006 saya benar-benar tidak tahu harus ngapain dan berbuat apa, dan akhirnya memilih pulang ke samarinda sedangkan hati saya malah menjadi tidak tenang. dengan kata lain bertentangan dengan nurani saya. di pengalaman kedua saya ini, saya menjadi lebih tenang dan akhirnya malah ngotot untuk tetap tinggal di kota Yogya walaupun semua keluarga, teman dan kerabat menyuruh dan meminta saya untuk pulang ke samarinda sampai merapi benar-benar reda. tetapi dari pengalaman pertama saya, saya belajar untuk mengikuti apa kata hati saya. saya tetap bertahan dan malah ingin ikut ambil bagian menjadi relawan bagi para pengungsi. 

Beberapa hari mencari dan melihat keadaan akhirnya dapat juga teman dan lokasi yang dijadikan tempat buat saya dan teman-teman lain berbagi tenaga dan dana yang kami miliki. sebagian besar dana yang kami peroleh dari teman-teman komunitas di koprol (kopijos, sikodok, komic, robokops,dll) maaf kalau ada yang tidak disebutkan (ingat cerita diawal saya, saya pikunan). bantuan kami salurkan ke beberapa titik di yogya dan magelang. untuk area yogya, kami sering memfokuskan bantuan ke pengungsi kepuharjo yang kemudian dipindahkan ke balai desa sariharjo yang deket sekali dengan hyatt. di daerah magelang, kami ke salam dan (nah lho lupa dah saya), desanya sebelahan. di magelang ini sangat parah debunya, sedangkan pengsungsinya banyak yang tidak menggunakan masker. fokus bantuan saya dan teman-teman lebih kepada anak-anak, karena mereka yang kadang kurang diperhatikan dan rasa trauman mereka terhadap sebuah bencana yang menimpa mereka masih sangat kuat dalam ingatan mereka dan berdampak besar bagi mereka. 

Beberapa minggu saya dan teman-teman menjadi relawan di desa sariharjo. sampai pada akhirnya kami mengajak adik-adik disana untuk berangkat menuju taman pintar. mengenal berbagai pengetahuan yang ada dan melihat-lihat hal-hal baru yang mungkin belum pernah mereka lihat. tujuan kami adalah menghibur mereka walau sejenak.
melihat mereka tersenyum dan tertawa lepas itu sudah menjadi penghiburan dan pelepas rasa lelah saya dan teman-teman. kebahagian mereka itulah yang ingin kami berikan. walaupun kadang mereka suka usil tapi itulah anak-anak, bukankah kita dulu juga seperti mereka? menarik mengenal mereka lebih dekat, karena sebenarnya mereka tidak seusil yang mereka perlihatkan diawal. dalam hati mereka juga bersedih. ada seorang anak yang bercerita pada saya, bahwa sebenarnya dia sedih jika mengingat harus berpisah dengan teman-temannya yang entah sekarang ada dimana. mereka sedih mengingat rumah dan ternk mereka habis dilahap lahar. tetapi dari mereka juga saya belajar untuk dapat menerima apa pun keadaan dan cobaan yang Tuhan berikan untuk kita. tetap tersenyum walau sebenarnya sakit, tetap bertahan walau disekolah diolok karena harus memakai sendal dan baju bebas. semua mereka terima karena satu hal, hidup ini sementara dan Tuhan yang punya kuasa akan diri kita. masih syukur kita masih diberi nafas untuk tetap hidup, tak apalah harta benda raib, tak apalah ke sekolah hanya pakai sendal dan baju bebas. toh pada akhirnya akan terbukti, kepintaran bukan berasal dari pakaian yang kita pakai atau sepatu yang kita gunakan tetapi kepintaran berasal dari sberapa banyak ilmu yang dapat kita tampung dalam otak kecil kita. buat saya, adik-adik di pengungsian sudah menjadi juara buat saya. karena mereka mengajarkan saya banyak hal tanpa mereka sadari.

Benar-benar banyak sekali pelajaran dan pengalaman hidup yang dapat saya pelajari dari mereka, melihat ke diri saya sendiri. beruntung saya masih bisa tidur dengan nyaman, beruntung saya masih punya pakaian, beruntung saya masih bisa makan enak. benar-benar beruntung saya dapat mengenal mereka, dan tidak ada ruginya saya mengikuti apa kata hati nurani saya, karena nurani seseorang memang tidak pernah salah jika kita mau mendengarkan dengan seksama pa kata hati kita.
uhm... sudah panjang banget ya saya berbagi cerita, mungkin sampai disitu dulu cerita saya kali ini. next kita lanjut lagi. mungkin masih tentang relawa, atau malah tentang kepindahan saya.... ahhhh masih banyak waktu kan. untuk terus berbagi cerita dan membaca cerita-cerita saya selanjutnya... terima kasih sudah membaca.... salam....

Ini beberapa foto yang  dipotret oleh beberapa orang teman.


Pembagian Susu Dan Buku Tulis

Berbagi Senyum Untuk Merapi


~sasa~